Selasa, 19 April 2011

Menghemat Biaya Pesta Pernikahan


Oleh: Amelia Ayu Kinanti

Hari pernikahan merupakan salah satu momen paling penting dalam kehidupan seseorang. Tak jarang, biaya yang dikeluarkan pun cukup besar demi sebuah pesta pernikahan impian.
Daripada menghamburkan banyak uang demi satu hari pesta, lebih baik bikin perencanaan keuangan sedemikian rupa, agar pesta yang terjadi tetap indah, namun dengan biaya tidak begitu besar. Berikut kiat menghemat biaya pesta yang dikutip dari Suite101.

Tentukan jumlah undangan
Menentukan jumlah orang yang diundang adalah hal paling pertama dilakukan. Penentuan jumlah undangan akan berpengaruh pada biaya katering dan cetak undangan, serta pembelian tanda terima kasih. Tak ada salahnya membuat daftar calon tamu supaya Anda dan pasangan bisa menentukan tamu-tamu yang wajib dan tidak wajib diundang sehingga jumlahnya bisa diminimalkan.

Katering
Tak perlu memesan seluruh jenis makanan sebanyak dua kali lipat jumlah undangan. Anda bisa memecah-mecah pesanan dengan pemikiran, belum tentu semua tamu memakan seluruh menu yang ditawarkan.
Contohnya, jika jumlah undangan 200 orang, Anda bisa memesan menu A sebanyak 200 porsi, menu B 250 porsi, menu C 275 porsi, dan seterusnya. Jika digabung, menu makanan yang Anda pesan sudah cukup untuk menjamu 400 tamu yang akan datang (dua kali lipat dari jumlah undangan yang disebar)

Foto pranikah
Banyak pasangan yang memilih melakukan foto pranikah dengan menyewa fotografer profesional. Jika ingin berhemat, Anda bisa melakukan hal yang berbeda. Misalnya membuat kolase dari koleksi foto Anda dan pasangan selama bersama. Pose-pose alami Anda bersama pasangan akan “menceritakan” kisah yang berbeda dengan hasil bidikan fotografer profesional, namun tetap unik dan menarik sebagai salah satu komponen di pesta pernikahan. Selain itu, biaya yang dikeluarkan pun jauh lebih hemat.

Memilih waktu pernikahan
Memilih waktu pernikahan juga ternyata bisa berpengaruh terhadap biaya. Pada masa-masa tertentu yang dikenal sebagai “musim nikah”, misalnya sebelum bulan Ramadan, harga sewa gedung menjadi lebih mahal. Bunga-bunga untuk dekorasi pun melonjak harganya. Untuk menyiasatinya, Anda bisa memilih waktu di luar itu, atau memilih dekorasi yang lain dan memakai sedikit bunga.
Memilih bunga-bunga lokal sebagai detail dekorasi juga bisa jadi salah satu cara menghemat biaya. Bunga lokal biasanya tumbuh sepanjang tahun, sehingga harganya jauh lebih murah.

Musik
Biasanya menyewa penyanyi dengan band lengkap menjadi pilihan banyak orang untuk menyemarakkan suasana pesta. Namun jika dihitung-hitung, biaya untuk menyewa band, alat musik serta sound system jauh lebih mahal ketimbang Anda memasang CD kumpulan lagu-lagu kesayangan. Selain itu, risiko tata suara yang mengganggu, atau alat musik yang rusak bisa dihilangkan.

Undangan
Biaya cetak undangan juga bisa dikurangi, misalnya dengan menggunakan undangan elektronik lewat dunia maya. Bikinlah daftar tamu yang bisa diundang lewat email atau jejaring sosial, dan daftar tamu yg diundang dengan kartu undangan. Jadi Anda tak perlu mencetak undangan terlalu banyak.

Selamat mencoba!

Sabtu, 09 April 2011

TIPS LOLOS TEST WAWANCARA KERJA

Meski anda merasa pintar dan brilian, jangan keburu yakin bahwa semua pintu perusahaan akan terbuka secara otomatis untuk anda. Sebab kenyataannya, para tuan dan nyonya pintar ini seringkali gagal dalam wawancara. Alasannya ? tidak smart dan taktis dalam menjawab pertanyaan.

1. Ceritakan tentang diri anda

Erina Collins, seorang agen rekruitmen di Los Angeles menyatakan seringkali ada perbedaan yang mengejutkan antara ketika kita membaca lamaran seseorang dengan saat berhadapan dengan si pelamar. “Pengalaman menunjukkan, surat lamaran yang optimis tidak selalu menunjukkan bahwa pelamarnya juga sama optimisnya,” kata Erina. Ketika pewawancara menanyakan hal yang sederhana seperti “Di mata anda, siapa anda?” atau “Ceritakan sesuatu tentang anda”, banyak pelamar menatap pewawancaranya dengan bingung dan lalu seketika menjadi tak percaya diri.

“Saya merasa biasa-biasa saja” atau “tak banyak yang bisa saya ceritakan tentang diri saya” seringkali menjadi jawaban yang dipilih pelamar sebagai upaya merendahkan diri. Selama ini banyak artikel karir konvensional yang menyarankan agar anda sebaiknya merendahkan diri sebisa mungkin, sebagai upaya mencuri hati si pewawancara. “Tapi ini jaman modern. Jawaban yang terlalu merendah dan banyak basi-basi hanya menunjukkan bahwa anda sebenarnya tidak yakin dengan diri anda. Dan perusahaan masa kini tidak butuh karyawan seperti itu,” tegas Erina.

Pengalaman Eliana Burthon, staf humas sebuah hotel berbintang di New York mungkin menarik untuk disimak. Ketika pewawancara memberinya satu menit untuk bercerita tentang dirinya, Eliana mengatakan “Saya Eliana Burthon, anak pertama dari lima bersaudara. Sejak SMA, saya aktif di koran sekolah. Disitu saya menulis, mewawancarai orang-orang di sekitar saya dan berhubungan dengan mereka. Dari situ saya sadar alangkah menariknya bisa bertemu dengan orang banyak, berdiskusi dan mengetahui banyak hal dari mereka. Diluar itu, saya senang musik, membaca dan traveling.Ketika kuliah, saya sering menulis pengalaman jalan-jalan saya, atau sekedar memberi referensi kaset yang sedang laris untuk koran kampus saya.”
Meski tak memberikan jawaban yang berbunga-bunga, apa yang diungkapkan Eliana tentang dirinya menunjukkan bahwa dirinya terbuka, ramah dan punya rasa ingin tahu. “Jawaban itu cerdas dan efektif untuk menggambarkan bagaimana dia menyatakan secara implisit bahwa dirinya merasa layak ditempatkan di posisi yang diincarnya. Pewawancara butuh jawaban seperti itu. Cukup singkat, tapi menunjukkan optimisme yang alamiah,” kata Erina Collins.
Kalau anda dipanggil untuk wawancara, sebisanya persiapkan diri dengan baik. Rasa percaya diri dan menunjukkan bahwa anda menjadi diri sendiri adalah yang terpenting. Pewawancara tidak butuh jawaban yang berbunga-bunga, berapi-api apalagi munafik. Pada kesempatan pertama, mereka biasanya ingin melihat bagaimana si pelamar menghargai diri sendiri. Sebab itu, buatlah beberapa poin tentang kemahiran anda, hal-hal yang anda sukai dan inginkan untuk masa depan anda. Kalau telah menemukan poin-poin itu, berlatihlah mengemukakan semua itu dalam sebuah jawaban singkat yang cerdas dan optimis.

2. Hati-hati pertanyaan jebakan

Siapapun idealnya tak suka menjawab pertanyaan-pertanyaan yang memojokkan. Tapi begitulah kenyataannya ketika anda diwawancara. Seringkali banyak hal tak terduga yang dilontarkan si pewawancara dan membuat anda seringkali kelepasan bicara. Dalam hal ini, Erina memberi contoh pengalamannya ketika mewawancarai seorang pelamar tentang mengapa ia memutuskan pindah kerja.

“Ketika itu saya tanya ‘apa yang membuat anda memutuskan pindah kerja? tadi anda bilang, lingkungan kerjanya cukup nyaman kan?’ dan pelamar itu menjawab ’saya tidak suka bos saya. Seringkali ia membuat saya jengkel dengan pekerjaan-pekerjaan tambahan dan itupun tidak membuat gaji saya naik.’ Saya lalu berpikir, apa yang akan dia katakan jika suatu saat keluar dari perusahaan saya tentulah tak beda buruknya dengan apa yang dia ungkapkan pada saya tentang perusahaan lamanya,” ungkap Erina.
Poinnya, taktislah dalam memberi jawaban. Jangan pernah memberi jawaban yang menjelekkan tempat kerja anda yang lama atau apapun yang konotasinya negatif. Lebih baik kalau anda menjawab “saya menginginkan ritme kerja yang teratur dan terjadwal. Mengenai gaji, sebenarnya di tempat kerja yang lama tak ada masalah, tapi tentu saya senang kalau ada peluang untuk peningkatan gaji.” Atau kalau anda ditanya tentang kelemahan anda, lebih baik tidak menjawab “saya sering telat dan lupa waktu.” Tetapi jawablah lebih taktis, misalnya “kadang saya memang pelupa, tetapi beberapa waktu ini sudah membaik karena saya selalu mencatat segalanya di buku agenda.” atau “saya sering kesal kalau kerja dengan rekan yang lamban, tetapi sebisanya kami berdiskusi bagaimana caranya menyelesaikan kerja dengan lebih cepat.”

Dalam wawancara, si pewawancara selalu berupaya mengorek sedapat mungkin tentang kepribadian pelamar. Kadang pertanyaan sepele seperti “Sudah punya pacar? Ada niat menikah dalam waktu dekat?” sering ditanggapi buru-buru oleh si pelamar dengan menjawab misalnya “Sudah, rencananya kami akan menikah akhir tahun ini.” Padahal, menurut Erina, jawaban itu bisa jadi penutup peluang kerja anda. “Perusahaan selalu ingin diyakinkan bahwa calon karyawannya hanya akan fokus pada pekerjaan mereka, terutama pada awal masa kerja. Jawaban bahwa anda akan menikah dalam waktu dekat justru menunjukkan bahwa perusahaan bukanlah fokus anda yang sebenarnya, tetapi hanya seperti selingan,” ujar Erina sambil menambahkan bahwa akan lebih baik kalau anda menjawab “sudah, tapi sebenarnya saya ingin mempunyai pengalaman kerja yang cukup sebelum memutuskan untuk menikah.”

3. Semangat dan bahasa tubuh

Dalam wawancara kerja, penampilan memang bukan nomor satu tetapi menjadi pendukung yang ikut menentukan. Karena itu selain berpakaian rapi, tidak seronok, mencolok atau banyak pernik, tunjukkan bahasa tubuh yang baik. Jangan pernah melipat tangan di dada pada saat wawancara, karena memberi kesan bahwa anda seorang yang kaku dan defensif. Idealnya, tangan dibiarkan bebas untuk mengekspresikan kata-kata anda, tentu saja dengan tidak berlebihan.

Selama wawancara berlangsung, buatlah kontak mata yang intens. Pelamar yang sering membuat kontak mata menunjukkan keinginan untuk dipercaya serta kesungguhan memberikan jawaban. Rilekslah dan sesekali tersenyum untuk menunjukkan bahwa anda pribadi yang hangat. Umumnya, perusahaan menyukai pelamar yang menyenangkan. Kurangi kata-kata “saya merasa…” atau “saya kurang…” dan sebaiknya gunakan “saya pikir…”, “menurut pendapat saya..”, “saya yakin…”, “saya optimis…”. Kata-kata “saya merasa…” atau “saya kurang…” mengesankan anda lebih sering menduga, menggunakan perasaan, tidak terlalu percaya diri dan tidak menguasai persoalan.

Nah, siap bersaing di dunia kerja? Yang penting, persiapkan diri anda dengan baik dan jangan pernah meremehkan pertanyaan sekecil apapun dalam wawancara kerja. Selamat bersaing! (Lily Bertha Kartika/ berbagai sumber)

KETERAMPILAN PALING DICARI PERUSAHAAN
Apakah anda punya salahsatunya ..?

Seperti tiap orang yang ingin karirnya maju, masa depan karir anda juga ditentukan keterampilan yang anda miliki dan dapat anda ‘jual’ pada perusahaan. Dan para pencari kerja dengan keterampilan yang diinginkan perusahaan pencari kerja itulah, yang akan lebih cepat mendapatkan pekerjaan.

Sebenarnya, anda dapat meningkatkan keterampilan yang anda miliki lho, tentu saja tergantung dengan minat, kemampuan, bakat, kecukupan dana dan kesesuaian target karir. Tetapi, mengingat ketidakpastian ekonomi seperti sekarang ataupun saat mendatang, maka lebih baik anda mengutamakan untuk memiliki keterampilan yang berguna untuk peningkatan karir anda dalam waktu dekat. Berikut ini 8 keterampilan yang paling dicari saat ini,menurut penelitian Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat.

1. Keterampilan bahasa asing

Pada jaman modern seperti ini, penguasaan bahasa asing sudah menjadi syarat mutlak di semua perusahaan ketika mereka membuka lowongan pekerjaan. Karena itu, mereka yang menguasai bahasa asing seperti Inggris, Jepang, China, Jerman dan Perancis, acapkali lebih disukai dan diprioritaskan dalam ujian saringan masuk di sebuah perusahaan. Bidang kerja spesifik yang masuk kategori ini misalnya penterjemah, diplomat dll.

2. Keterampilan teknis tentang mesin

Saat ini, teknologi adalah mutlak diperlukan di semua bidang usaha. Bagian instalasi yang memperbaiki sebagian besar jaringan listrik suatu gedung, peralatan elektronik dan sebagainya. Insinyur, bagian telekomunikasi, ahli otomotif, ahli transportasi adalah sebagian diantara bidang kerja yang masuk dalam kategori ini.
3. Keterampilan dalam mengelola sumber daya manusia
Umumnya, perusahaan yang mempunyai pegawai lebih dari satu orang, tentu mempunyai masalah yang berhubungan erat dengan bagaimana melakukan interaksi timbal balik di perusahaan itu. Sehingga sudah pasti, sukses sebuah perusahaan sangat bergantung pada bagaimana para pegawai di semua lini perusahaan itu dapat saling bekerja sama. Mereka yang bergerak di bidang kerja ini umumnya memang memahami dan menangani segala kebutuhan para pekerja di suatu perusahaan.

4. Keterampilan di bidang pemrograman komputer

Perusahaan masa kini telah sangat bergantung pada sistem komputerisasi yang canggih. Itulah sebabnya, mereka membutuhkan orang-orang yang mengerti secara detil seluk beluk program komputer. Jika anda mempunyai keterampilan berupa penguasaan seluk beluk tentang HTML, Visual Basic, Unix atau SQL Server, anda akan menjadi salahsatu aset besar perusahaan dan berpeluang meningkatkan karir anda.

5. Keterampilan Mengajar

Sebagai bagian dari komunitas modern yang selalu berkembang setiap waktu, perusahaan masa kini kerap menginginkan anak buahnya mempuanyai pengetahuan yang multi dimensi, bahkan yang bukan bidang kerjanya. Sebab itu, kini banyak perusahaan menggaji pengajar khusus untuk meberikan kursus tambahan bagi karyawannya, misalnya perpajakan, bisnis manajemen, pelayanan sosial atau manajemen administrasi. Mereka yang memiliki pengetahuan multi disipliner semacam ini biasanya kerap ‘dikejar’ banyak perusahaan untuk memberikan ’short course’ bagi pegawai mereka.

6. Keterampilan manajemen keuangan

Seperti juga dalam keluarga, perusahaan juga membutuhkan perencanaan keuangan yang sistematis untuk kelangsungan hidup jangka panjangnya. Banyak perusahaan seringkali mendatangkan penasihat bisnis, investasi dan perencanaan keuangan yang ideal bagi masa depan mereka. Oleh karena itulah, anda yang mempunyai kemampuan di bidang akuntansi, perencana keuangan atau bisnis dan investasi, akan selalu menjadi incaran perusahaan-perusahaan.

7. Keterampilan ilmu kimia dan matematika

Banyak sekali kemajuan besar di dunia ini tercipta dari beragam penemuan di bidang kimia dan obat-obatan. Oleh karena itu, kebutuhan pasar kerja terhadap sumber daya manusia di bidang kimia, fisika, biologi ini akan selalu tinggi dan tidak akan pernah surut. Bidang kerja yang termasuk di dalamnya misalnya apoteker, ahli pangan dan obat-obatan, peneliti, dll.

8. Keterampilan memecahkan masalah

Berbagai tugas yang kita hadapi setiap harinya, baik secara personal dan juga dari segi bisnis merupakan hal yang kompleks yang kerap terjadi. Mereka yang mampu mengidentifikasi berbagai masalah, mencari solusi, membuat keputusan-keputusan yang efektif adalah nilai tambah yang paling dicari perusahaan. Yang masuk dalam kategori ini misalnya bidang kerja bisnis administrasi, konsultan manajemen, administrasi negara, ilmu pengetahuan, obat-obatan atau insinyur.

PERUBAHAN PARADIGMA DALAM PENGEMBANGAN KARIER

Karier merupakan sesuatu yang amat penting dalam kehidupan pribadi maupun sosial seseorang. Dalam konsultasi karier di Kompas banyak pertanyaan berkisar pada pengembangan karier, baik dari kalangan non manajer maupun manajer.
Misalnya: Saya sekarang sudah bekerja di suatu jabatan selama 5 tahun. Kapan waktu yang tepat untuk pindah jabatan atau naik jabatan? Bagaimana meningkatkan karier dalam situasi bisnis yang tidak menentu? “Organisasi tempat saya bekerja tidak memungkinkan saya untuk naik pangkat, apakah yang harus saya lakukan dalam pengembangan karier saya?

Tulisan ini membahas mengenai perubahan yang terjadi dalam pola karier seseorang dan bagaimana strategi kita agar pengembangan karier kita dapat terjamin. Pengembangan karier tradisional

Dalam pandangan tradisional, pengembangan karier merupakan tanggung jawab suatu organisasi yang menyiapkan karyawan dengan kualifikasi dan pengalaman tertentu, agar pada waktu dibutuhkan organisasi sudah memiliki karyawan dengan kualifikasi tertentu. Sifatnya paternalistik, dari atas kebawah dan tersentralisasi.
Jadi yang dilakukan karyawan adalah bekerja sebaik mungkin, mengikuti semua pelatihan yang diberikan, menunggu kesempatan kenaikan jabatan dan biasanya menurut saja menduduki jabatan yang ditawarkan oleh perusahaan.
Pengembangan karier tradisional pada umumnya berupa kenaikan karier secara vertikal dari satu jenjang pekerjaan tertentu ke jenjang berikutnya. Jadi seseorang diharapkan mendalami suatu bidang pekerjaan tertentu kemudian menduduki jabatan manajerial.

Pengembangan karier yang sifatnya vertikal dimungkinkan karena bentuk organisasi yang sifatnya hirarkis/birokratis. Pengembangan karier tradisional kurang memberikan kesempatan kepada seseorang yang memiliki kompetensi teknikal yang tinggi namun tidak memiliki kemampuan manajerial., karena tidak tersedia jalur spesialis.
Namun beberapa perusahaan besar yang mempunyai sistem pelatihan dan pengembangan yang terintegrasi memberikan kesempatan kepada para karyawannya untuk pindah jalur profesi atau memberikan kesempatan kepada karyawannya menjadi generalis.
Tantangan Lingkungan Bisnis

Tantangan eksternal seperti globalisasi, persaingan, kemajuan teknologi, tuntutan pelanggan, mendorong suatu organisasi untuk berubah. Situasi ekonomi serta persaingan yang tajam mendorong organisasi melakukan restrukturisasi, perampingan organisasi, desentralisasi, merger, pemanfaatan IT dsb.

Struktur organisasi yang bersifat hirarkis dianggap terlalu lamban untuk memberikan nilai tambah kepada pelanggan. Organisasi dalam situasi yang sangat dinamis harus mampu bergerak secara cepat dan luwes.
Struktur organisasi yang lebih datar/ horisontal dianggap lebih tepat untuk keadaan sekarang karena jarak antara konsumen dengan pengambil keputusan lebih dekat.

Bahkan struktur organisasi yang bersifat network dimana suatu organisasi hanya memiliki pusat yang kecil dan fungsi fungsi organisasi dilaksanakan secara outsourcing., dianggap sebagai struktur yang cocok untuk situasi ini.
Tantangan lingkungan bisnis ini membuat rasa aman karyawan menjadi hilang. Tempat seseorang dalam suatu organisasi tiba-tiba bisa hilang. Hal ini dapat menimbulkan masalah besar dalam kehidupan seseorang.
Seseorang tidak dapat lagi menggantungkan hidupnya pada organisasi. Tanggung jawab pengembangan karier seseorang didorong menjadi tanggung jawab individu.

Seseorang harus mencari nilai tambah bagi dirinya sendiri sehingga lebih luwes dalam mencari pekerjaan termasuk menciptakan pekerjaan bagi dirinya sendiri (entrepreneurship). Job security yang hilang harus digantikan menjadi career security.
Paradigma Baru Pengembangan Karier

Sejalan dengan perubahan struktur organisasi maka pengembangan karier yang bersifat tradisional dianggap tidak cukup luwes untuk memunuhi kebutuhan organisasi dan karyawan pada saat ini.

Tantangan dunia bisnis menuntut pola kerja yang sifatnya lintas fungsi dan tim kerja. Seseorang yang bekerja di bidang pemasaran harus memiliki pengetahuan keuangan, sumber daya manusia, produksi atau operasi. Seseorang dapat pula mengembangkan karier ke bidang spesialis dan profesional tanpa harus melalui bidang manajerial.

Pada beberapa perusahaan imbalan yang diterima oleh seorang profesional dapat melebihi imbalan dari seorang manajer. Pilihan penting lain adalah menciptakan lapangan kerja untuk anda sendiri dan orang lain.

Nah orang-orang yang berani mangambil risiko, peka terhadap tantangan bisnis dapat memilih alternatif ini. Jadi arah pengembangan karier pada saat ini lebih variatif, bisa vertikal, horisontal, dapat juga horisontal dulu kemudian vertikal. Agar anda memiliki career security lebih aktiflah meningkatkan ketrampilan dan kompetensi, sehingga anda benar-benar menjadi sangat ahli atau memiliki keahlian yang bersifat multiskill.

Kiat-Kiat Memperoleh Career Security :

· Tetapkan sasaran karier anda, teknikal, manajerial, profesional, fungsional atau menjadi wirausaha.
· Carilah seorang mentor yang mengetahui kekuatan dan kelemahan anda.
· Jangan membatasi karier anda hanya dalam satu bidang saja, karena akan mengurangi fleksibilitas ruang gerak anda.
· Berpartisipasi dalam setiap kesempatan pelatihan dan pengembangan di organisasi anda, meskipun anda tidak yakin manfaatnya untuk saat ini.
· Pendidikan S2 antara lain di bidang bisnis dapat memberikan lebih banyak pilihan dalam meningkatkan karier, termasuk pilihan menjadi entrepreneur.
· Berkontribusilah jika anda dipilih menjadi anggota suatu proyek kerja, karena akan memperluas kompetensi lintas fungsi dan meningkatkan kerja kelompok.
· Tingkatkan jejaring kerja anda baik didalam maupun diluar organisasi tempat anda bekerja.
· Tingkatkan ketrampilan hubungan antar manusia anda seperti komunikasi, kepemimpinan, motivasi, negosiasi dsb.
· Perbarui ketrampilan teknikal anda termasuk pengetahuan dalam bidang IT .
· Jangan mudah berpuas diri, selalu mencoba cara kerja yang lebih baik.
· Berpegang teguh pada etika yang berjalan seiring dengan sukses karier anda.
Nah siapkah anda untuk meningkatkan karier sesuai dengan perubahan paradigma baru organisasi?
Juliati T. Gunadi MBA Sekolah Tinggi Manajemen Prasetiya Mulya (Tim Konsultasi Karier pada karier@kompas.com)

Bila surat lamaran Anda tidak dibalas

Bila anda sudah mengirimkan surat lamaran dan ternyata tidak mendapat balasan, ada beberapa kemungkinan mengapa surat lamaran anda tidak dibalas. Tentunya, pertama-tama anda harus melamar pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan dan minat anda sendiri, yang harus dicerminkan dalam surat anda. Kemudian, kita perlu memahami bagaimana suatu perusahaan menyeleksi surat lamaran yang diterimanya. Bagi perusahaan, surat lamaran dapat dianggap sebagai saringan pertama bagi calon karyawannya. Biasanya, yang ingin diketahui pertama-tama adalah apakah persyaratan mutlak yang biasanya tercantum dalam iklan terpenuhi atau tidak.
Persyaratan mutlak itu meliputi misalnya, pendidikan terendah, jumlah pengalaman kerja, dan juga apakah pengalaman itu relevan dengan pekerjaan yang ditawarkan. Tentu saja kesan pertama penting sekali. Surat yang lipatannya kurang rapi, salah tulis atau ketik menimbulkan kesan kurang baik. Bila surat lamaran anda lengkap, dilampiri keterangan-keterangan sesuai persyaratan, maka kesan pribadi yang tampil dari surat lamaran anda akan menentukan apakah anda akan diundang untuk wawancara atau tidak. Surat yang mencerminkan penulis yang berkepribadian menarik akan mendapatkan lebih banyak perhatian.
Tampilkanlah diri anda secara wajar, jujur dan profesional. Sebutkanlah lowongan yang dilamar secara jelas. Ceritakanlah secara ringkas apa yang mendorong anda untuk melamar pekerjaan itu dan bagaimana anda secara pribadi merasa akan dapat berkembang dan juga berkontribusi kepada perusahaan itu. Janganlah membuat surat yang terlalu panjang. Satu lembar sudah cukup. Sertakan lampiran berupa riwayat pekerjaan, pendidikan, salinan ijazah dan hal-hal lain yang diminta.

Cara berpakaian yang baik dalam wawancara

Berpakaian yang “baik” dalam wawancara memang tidak dapat digeneralisasikan karena setiap perusahaan memiliki kebiasaan-kebiasaan/budaya perusahaan yang berbeda. Namun, ada beberapa tips yang dapat diingat, antara lain:
· Cari informasi terlebih dahulu tentang perusahaan dan Bapak/Ibu yang akan mewawancarai anda. Beberapa perusahaan memiliki peraturan atau “kebiasaan” berpakaian secara formal, tetapi ada juga yang semi formal, atau bahkan ada yang bebas. Hal ini penting, agar anda tidak dilihat sebagai “orang aneh’, disesuaikan dengan posisi yang akan dilamar. Bagi pelamar pria disarankan menggunakan kemeja lengan panjang dan berdasi, tidak perlu menggunakan jas. Berpakaian rapih dan bersih, tidak kusut. Hal ini memberi kesan bahwa anda menghargai wawancara ini.
· Berpakaian dengan warna yang tidak terlalu menyolok (mis., mengkilap, ngejreng).
· Bagi pelamar wanita berpakaian yang tidak terlalu ketat (rok bawah, kancing baju atasan).
· Berpakaian dengan disain yang simple (tidak telalu banyak pernik-pernik, toch ini bukan acara pesta).
· Tidak berlebihan dalam menggunakan wangi-wangian dan perhiasan.

Berapa gaji yang anda minta ?

Bila dalam wawancara, Anda ditanya berapa gaji yang anda inginkan, bagaimana cara menjawab pertanyaan itu dengan baik tanpa menimbulkan kesan bahwa Anda pencari gaji tinggi atau memberi kesan berapapun imbalan yang diberikan Anda mau.
Pada umumnya perusahaan sudah mempunyai rentang standar gaji untuk jabatan -jabatan yang ditawarkan. Bagi pelamar untuk posisi yang lebih tinggi dan langka biasanya memiliki kekuatan tawar menawar yang lebih tinggi. Jadi dalam menjawab pertanyaan tersebut anda harus memperoleh gambaran dulu imbalan total yang akan anda terima dalam setahun. Imbalan total adalah gaji dan tunjangan lain yang diberikan termasuk insentif dan bonus. Selain itu perlu ditanyakan apakah imbalan yang ditawarkan itu termasuk PPH atau netto.

Dalam menjawab pertanyaan tersebut jawablah imbalan yang anda harapkan setahun. Berdasarkan harga pasar yang sesuai untuk jabatan tersebut serta nilai tambah yang anda miliki. Jawablah dengan diplomatis: ” Saya berpendapat perusahaan ini pasti sudah mempunyai standar imbalan bagi jabatan ini. Berdasarkan pengalaman yang saya miliki dan kontribusi yang dapat saya berikan pada perusahaan ini, saya mengharapkan imbalan yang akan diberikan adalah minimal Rp. …/tahun ditambah fasilitas-fasilitas lain sesuai dengan peraturan perusahaan.

Negosiasi mengenai gaji pada saat ini tidak lagi dipandang tabu oleh sebagian besar perusahaan, namun anda diharapkan mengumpulkan informasi dulu agar dapat bernegosiasi dengan baik.

Variasi pertanyaan dalam wawancara

Bagi pelamar terutama bagi pemula pencari kerja perlu mempersiapkan diri dalam menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang akan dihadapi. Berikut ini kami berikan variasi-variasi pertanyaan yang kerap muncul dalam wawancara

Pertanyaan mengenai riwayat pendidikan :
· Mengapa anda memilih jurusan tersebut?
· Mata pelajaran apa yang anda paling suka, jelaskan alasannya.
· Mata pelajaran apa yang kurang anda sukai, jelaskan alasannya.
· Pada tingkat pendidikan mana anda merasa paling berprestasi, mengapa?
· Apakah hasil ujian menggambarkan potensi anda, jelaskan?
· Siapakah yang membiayai studi anda?
· Bagaimana teman-teman atau guru mengambarkan mengenai diri anda?
· Dalam lingkungan macam apakah anda merasa dapat bekerja paling baik?

Pertanyaan mengenai pengalaman kerja :
· Ceritakan mengenai pengalaman kerja anda
· Bagi yang belum pernah bekerja pada umumnya diminta untuk menceritakan mengenai aktivitas ekstra kurikuler selama studi
· Pekerjaan manakah yang paling menantang bagi anda, mohon dijelaskan.
· Pekerjaan manakah yang paling menantang bagi anda dan bagaimana anda menyelesaikan hal tersebut
· Dengan kolega macam apakah anda senang bekerja sama?
· Dengan boss macam apakah anda senang bekerja?
· Bagaimanakah anda memperlakuan anak buah anda?

Pertanyaan mengenai sasaran anda :
· Mengapa anda ingin bekerja dalam industri ini?
· Apakah yang mendorong anda melamar kepada perusahaan kami?
· Apakah yang anda inginkan dalam 5 tahun mendatang?
· Apakah yang anda inginkan dalam hidup anda?
· Apa yang anda lakukan untuk mencapai sasaran anda?

Pertanyaan mengenai organisasi yang ingin anda masuki :
· Apakah yang anda ketahui tentang organisasi yang akan anda masuki?
· Menurut anda faktor faktor sukses apa yang dibutuhkan seseorang untuk bekerja disini?
· Apakah yang anda cari dalam bekerja?
· Bagaimana anda dapat berkontribusi dalam perusahaan ini?
· Menurut anda apa visi dan misi dari organisasi ini?

Pertanyaan yang perlu dicermati :
· Tolong buka jendela tersebut ( ada tanda “sedang dicat mohon ditutup”)
· Kita lanjutkan wawancara ini tanggal 27 Desember 2000 (lebaran).

CV = Kesuksesan Anda

(Jika anda mengelolanya dengan benar)

Curiculum Vitae (CV) anda ibarat cermin bagi perekrut di perusahaan yang anda lamar. Dengan membacanya, seorang rekruiter akan segera bisa membayangkan seperti apa anda, bahkan sebelum mereka melihat anda. Profesionalkah, lamban atau tukang mengeluh?.Karenanya,berhati-hatilah dalam membuat Curiculum Vitae (CV) atau daftar riwayat hidup anda.Kalau salah memasukkan informasi, bukan tak mungkin kesempatan anda melayang.

1. Wajah CV.

Siapa yang tidak menyukai wajah cantik atau penampilan menarik?perumpamaan itupun berlaku ketika anda membuat CV. Sekalipun anda pintar dan profesional, perekrut tak akan tertarik membaca CV anda jika terlihat tidak menarik. Karenanya, kertas dan huruf adalah hal yang perlu diperhatikan dengan seksama untuk memastikan CV anda dibaca sampai selesai.

a. Kertas : jangan menggunakan kertas bergaris, berwarna atau yang desainnya meriah.Kesan yang timbul dengan menggunakan kertas jenis ini adalah : tidak profesional dan kuno.Sebaiknya gunakan kertas HVS putih polos dan ketik lamaran anda menggunakan komputer. Jangan pernah mengirimkan fotokopi CV, karena anda akan dianggap tidak menghargai perusahaan yang anda lamar. Biasakan mengeprint beberapa set CV anda sekaligus, sehingga anda tak akan kerepotan ketika tiba-tiba harus mengirim lamaran.

b. Huruf : Usahakan mengetik CV anda dengan komputer, karena akan lebih terjamin kerapihannya dibanding kalau anda menggunakan mesin tik manual.Untuk jenis huruf yang pantas dalam pengetikan CV, gunakan pilihan huruf yang sederhana tapi jelas terbaca, misalnya : Arial atau Times New Roman. Jangan memilih huruf yang membuat efek ukiran, karena akan memusingkan orang yang membacanya dan mengesankan anda seorang amatiran. Gunakan tinta hitam.

2. Isi CV

Untuk ‘menjual’ diri anda pada perusahaan yang anda lamar, sebaiknya kemukakan hal-hal yang pantas diketahui. Adalah hal yang mutlak untuk menampakkan kejujuran dalam CV anda, tetapi bukan berarti anda mengobral diri anda dengan menuliskan hal-hal yang tidak perlu, misalnya tinggi dan berat badan, kondisi kesehatan atau jumlah anak.

a. Data diri : pada bagian ini jelaskanlah hal-hal yang secara prinsip harus diketahui perusahaan tempat anda melamar, yaitu : nama lengkap, tempat/tanggal lahir, alamat dan nomor telephone.

b. Pendidikan : pada bagian ini yang perlu disebutkan adalah sertifikat yang berkaitan dengan pendidikan formal anda, nama lembaga pendidikan tempat anda pernah menimba ilmu, bidang studi, prestasi, penghargaan atau kursus yang signifikan dengan pendidikan anda. Kalau anda pernah mendapatkan beasiswa, penghargaan sebagai pemenang lomba karya tulis atau pernah kursus bahasa asing atau komputer, maka tuliskanlah dengan singkat dan jelas.

c. Pengalaman Kerja : Sebutkan dengan singkat dan jelas di perusahaan mana saja anda pernah bekerja. Jika anda pernah bekerja kurang dari enam bulan di suatu perusahaan, sebaiknya jangan ditulis kecuali ada hal khusus yang anda yakini baik untuk perkembangan karir anda.Tuliskan dengan singkat apakah anda pernah mempunyai prestasi di tempat kerja anda yang lama.Hindari untuk menyebutkan nama bos anda yang lama atau nomor telephone perusahaan anda yang lama.

d. Aktivitas dan keterampilan khusus : point ini sifatnya tidak harus. Jika anda memang mempunyai kegiatan atau keterampilan yang memang mendukung, tuliskanlah. Misalnya : mengikuti perkumpulan filateli, sekretaris atau punya keterampilan menulis steno, manajemen dll.

e. Minat : Sebutkan dengan singkat minat anda yang anda yakin positif dan signifikan untuk peningkatan karir anda.

Jika anda kesulitan dalam menyusun CV anda supaya lebih menarik, maka tidak ada salahnya kalau minta bantuan konsultan CV Builder yang berpengalaman.

Selasa, 05 April 2011

Cara Mencintai Pekerjaan


"Love Your Job But Never Fall In Love With Your Company" — sebuah pernyataan umum yang menganjurkan orang untuk mencintai pekerjaannya dan jangan mencintai perusahaan. Mengapa? Karena sewaktu-waktu bisa saja perusahaan menyingkirkan Anda kapan pun. Namun bagaimana cara mencintai pekerjaan Anda? Berikut ini beberapa tips menarik untuk mencintai pekerjaan Anda.

Antusias terhadap Pekerjaan
Bila Anda tidak menyukai pekerjaan Anda, tentu tidak akan mudah bagi Anda untuk melaksanakan tugas-tugas kantor. Anda akan merasa terbebani dengan tugas yang diberikan sehingga hasil kerja tidak maksimal. Sebaliknya, bila seseorang mengerjakan sesuatu yang disenangi tentu hal itu akan terasa menyenangkan, waktu terasa singkat, dan Anda memiliki semangat untuk mengerjakannya. Misalnya, seseorang yang senang menggambar akan antusias bila ditugasi untuk membuat desain rumah, menjadi arsitek, atau pekerjaan lain.
Untuk itu, bersikaplah seolah-olah Anda menyukai dan menikmati pekerjaan Anda. Beri perhatian penuh pada apa yang sedang Anda kerjakan. Mungkin kelihatannya mustahil untuk menyukai pekerjaan Anda sekarang. Tetapi, paksakan diri Anda untuk melakukan ini. Tersenyum atau berdiri dengan tegak dapat membantu untuk dapat lebih bersikap antusias. Hasilnya, Anda dapat merasakan benar-benar menyukai pekerjaan tersebut.

Lakukan yang Terbaik
Hindari menuda pekerjaan atau bersikap masa bodoh atas hasil pekerjaan Anda. Ini dapat membuat Anda merasa stres akibat pekerjaan yang tidak selesai, semakin menumpuk atau terkena omelan atasan.
Jangan melakukan pekerjaan dengan asal-asalan tetapi berikan lebih dari apa yang diperintahkan. Tetapkan prioritas pekerjaan agar pekerjaan yang penting bisa diselesaikan terlebih dahulu. Anda juga dapat memotivasi diri Anda sendiri untuk memberikan yang terbaik. Misalnya, Anda dapat mencatat waktu berapa lama Anda dapat menyelesaikan pekerjaan atau hal lain untuk mengukur produktivitas. Kemudian, tantang diri Anda untuk melakukan yang lebih baik lagi dalam tugas berikutnya.

Melakukan Lebih
Bila mendapat tugas, jangan merasa puas karena melakukan apa yang diharapkan. Nilai plus dari atasan dan kepuasan bisa didapatkan bila Anda kreatif untuk lebih memperindah pekerjaan Anda. Misalnya, dengan menambah informasi pendukung ketika ditugasi untuk mengolah suatu data. Atau bila Anda menyukai teknologi tetapi Anda bekerja di bagian akunting, Anda dapat mencari terobosan teknologi yang dapat membantu Anda menyelesaikan tugas dengan lebih cepat.

Lihat Sisi Positif
Walau Anda merasa pekerjaan sangat menjenuhkan, tidak pernah selesai, atasan yang galak, atau rekan kerja yang menyebalkan, tetapi cobalah untuk melihat hal positifnya. Bandingkan keadaan kita dengan orang lain yang tidak seberuntung kita. Bagaimana orang-orang yang masih belum mendapat pekerjaan, orang-orang yang pekerjaan lebih berat dari kita, atau bagaimana orang yang penghasilannya tidak sebanyak kita.
Cobalah mengingat bagaimana saat Anda berusaha mendapatkan pekerjaan ini, misalnya bagaimana saat itu Anda harus naik kendaraan umum, bagaimana pertama kali Anda belum mengenal rekan kerja lainnya, ketika Anda masih bingung dengan pekerjaan yang harus dilakukan. Mengingat perjuangan ini dapat membantu Anda lebih mencintai pekerjaan.

Teruslah Belajar
Tugas kantor terasa berat mungkin karena Anda belum sepenuhnya mengerti. Seorang pekeja yang merasa berat saat ditugasi membuat suatu pekerjaan, bisa jadi karena dia belum sepenuhnya memahami konsep tentang pekerjaan tersebut. Misalnya seseorang ditugasi membuat laporan di Excel dengan pivot table, tentu bukan hal yang biasa, tapi bisa dipelajari.
Maka, untuk menambah pengetahuan, Anda dapat mencari tahu lebih banyak dari Internet, buku, atau dari orang lain yang lebih memahaminya. Bila memungkinkan, Anda dapat pula mengikuti kursus-kursus. Cara lainnya adalah dengan memperhatikan contoh-contoh yang ada. Dengan mengetahui lebih banyak, Anda akan lebih mudah melakukannya.

Beri Penghargaan
Bila Anda tidak mendapatkan penghargaan dari orang lain ketika Anda berhasil melaksanakan tugas yang diberikan, Anda dapat memberikan penghargaan untuk diri sendiri. Anda dapat memberi pujian untuk diri sendiri untuk target yang dicapai atau merayakan keberhasilan Anda. Tentu saja, hal ini jangan dilakukan secara berlebihan.

Hindari sikap untuk membenci pekerjaan Anda karena ini akan membuat Anda semakin tertekan, merasa stres dan hasil pekerjaan tidak maksimal. Berusahalah untuk belajar mencintai pekerjaan Anda untuk hasil pekerjaan yang lebih baik. Dengan hasil pekerjaan yang baik, pekerjaan tidak menumpuk, Anda dapat memperoleh kepuasan, pujian dari atasan, promosi jabatan dan bukan tidak mungkin memperoleh gaji yang lebih baik lagi.(Berbagai Sumber)

Bagaimana Cara Menumbuhkan Percaya Diri Setiap Hari


Anda tampil tidak percaya diri? Merasa deg-degan atau takut saat hendak berbicara di muka umum atau ketika hendak melakukan sesuatu?

Tenang. Anda bukan satu-satunya yang mengalami masalah seperti ini. Banyak orang lain di luar sana yang juga tidak pede alias mengalami krisis percaya diri. Asal anda mau belajar percaya diri, di waktu berikutnya saya jamin anda akan tampil berbeda: menjadi orang yang lebih percaya diri.

Anda mau tahu bagaimana cara percaya diri?

Pertama sekali anda perlu mengerti mengapa percaya diri penting. Mungkin di antara anda sudah ada yang tahu apa manfaat percaya diri, tapi sebagian dari anda mungkin belum. Namun saya yakin anda semua merasakan betapa tersiksanya saat menjadi orang yang tidak percaya diri. Anda mengisi hidup anda dengan tidak mengenakkan. Mungkin anda mengerjakan pekerjaan yang tidak anda sukai karena anda tidak cukup percaya diri untuk menolak pekerjaan itu. Karena kurang percaya diri juga, anda mungkin sulit untuk memperbaiki hubungan yang buruk dengan rekan kerja anda. Tanpa memiliki cukup percaya diri, anda juga tidak berani memantapkan jalan meraih impian anda

Kalau anda seorang pemimpin, tanpa rasa percaya diri memadai, akan membuat anda terlihat kurang berwibawa di hadapan anak buah anda. Yang lebih berbahaya, bisa-bisa juga anda keliru dalam membuat keputusan.

Anda tentu tidak ingin semua hal di atas terjadi pada anda kan?

Syukurlah kalau sekarang anda mulai menyadari betapa sangat penting memiliki rasa percaya diri. Berita baiknya bagi anda adalah tidak ada seorang pun yang begitu lahir langsung menjadi orang yang percaya diri. Percaya diri merupakan suatu kemampuan yang dikembangkan.

Sehingga kalau anda lihat seseorang yang menurut anda sangat percaya diri, mereka sebetulnya juga tidak langsung seperti itu. Mereka melatih rasa percaya diri sedikit demi sedikit.

Berikut trik dan tips yang bisa anda gunakan untuk melatih rasa percaya diri anda.
Rapikan diri anda. Mungkin anda beralasan bahwa anda bukan orang yang rapi. Sehingga apa yang anda tampilkan pun jauh dari kerapian. Padahal bila anda tampil rapi, anda akan lebih percaya diri. Silakan coba dan rasakan peningkatan rasa percaya diri terjadi pada anda.
Rasakan situasi positif. Dimana pun anda, coba rasakan situasi positif di tempat tersebut. Rasakan bahwa orang-orang di sekeliling anda menyambut baik anda, lingkungan juga tersenyum pada anda.
Pelihara mental positif. Bahwa apa yang anda lakukan akan berjalan dengan baik dan anda juga akan baik-baik saja. Fokus pada sisi positif akan membuat anda percaya diri.
Kurangi bilang “tapi”. Mungkin anda sering mengatakan kata tersebut. Misal anda mengatakan “ingin sukses, tapi saya hanya orang biasa.” “anda ingin kaya tapi tidak bisa ini itu dan sebagainya.”
Sebaiknya mulai sekarang kurangi mengatakan kata “tapi”. Kata “tapi” membuat anda yang semula hendak maju, kembali mundur. “Tapi” membuat anda terbiasa membuat alasan dan tidak melakukan ACTION!
Temukan apa yang anda takutkan dan ACTION-kan. Kalau anda takut berbicara di muka umum, ACTIONKAN itu. Kalau anda takut menatap wajah orang lain, lakukan itu. Temukan apa yang anda takutkan, dan ACTIONKAN!
Jangan menunda. Penundaan menimbulkan ketakutan. Semakin sering anda menunda, ketakutan itu akan kian menggumpal dan pikiran anda mulai mencari-cari alasan bahwa penundaan yang anda lakukan itu benar. Padahal, semakin lama anda menunda berarti semakin lama anda membiarkan diri anda tidak meningkatkan kualitas diri.
Ingat momen ketika anda merasa begitu percaya diri. Coba ingat-ingat kapan anda merasa begitu percaya diri sehingga tangan anda tidak gemetaran dan tidak ada keringat dingin mengucur dari kening anda? Saat itu anda bicara dengan lancar dan lawan bicara anda bisa merasakan rasa percaya diri anda.
Ingat momen tersebut setiap kali anda merasa didera kehilangan percaya diri. Rasa percaya diri anda akan tumbuh dengan seketika.
Awas penyakit perfeksionis. Mencari kesempurnaan selain menyita banyak energi dan waktu, juga bisa mengikis habis rasa percaya diri. Sebab, misal saat anda mengerjakan suatu pekerjaan yang menurut anda tidak kunjung seperti harapan, lambat laun anda akan meragukan kemampuan diri anda.
Hindari mencari kesempurnaan. Yang penting lakukan ACTION yang terbaik.
Lakukan ACTION dengan penuh percaya diri. Agar anda percaya diri, anda harus melakukan ACTION dengan percaya diri. Ketidakpercayaan diri seseorang bisa dilihat dari ACTION-nya.
Demikian pula sebaliknya. Ketika anda bertindak penuh percaya diri, orang-orang akan menilai anda sebagai orang yang percaya diri. ACTION yang penuh percaya diri akan membuat anda bertambah percaya diri.
Apa saja tindakan sederhana yang sering dilakukan agar anda terlihat percaya diri? Duduklah dengan tegak, lakukan kontak mata, bicara jelas, kemukakan pendapat anda, dan tersenyumlah.

Tujuan hidup setiap orang di dunia ini pastilah untuk menjadi lebih baik. Lebih baik dari kemarin, lebih baik dari bulan lalu atau tahun kemarin. Cara yang baik untuk menjadi lebih baik adalah dengan meningkatkan apa yang sudah bisa anda kerjakan; atau membuat bisa apa yang belum anda bisa lakukan selama ini. Apa yang belum anda bisa lakukan, jadikan itu sebagai tantangan, lalu ACTION-kan sehingga menjadi sebuah pembelajaran untuk meningkatkan kualitas diri anda menjadi lebih baik.

Percaya diri merupakan salah satu kunci sukses dalam hidup. Banyak orang sukses memiliki rasa percaya diri yang baik.(Berbagai Sumber)

Bagaimana Menumbuhkan Rasa Percaya Diri pada Anak



Percaya diri adalah sebuah kekuatan yang luar biasa. Dia laksana reaktor yang membangkitkan segala energi yang ada pada diri untuk mencapai sukses. Jadi, bantulah anak kita untuk mengembangkan kekuatan ini.

Berikut 7 ide dalam membangun rasa percaya diri pada anak:

1. Beri pujian untuk setiap pencapaian dan hasil pekerjaan yang baik.

MULAI DARI SEKARANG, temukan sesuatu yang dapat kita puji dari anak-anak. Seperti…

“Luar biasa, cepat sekali hafalnya.”

“Tulisan tangannya bagus sekali.”

“Hebat, pekerjaan rumahnya selalu selesai tepat waktu.”

“Ingatanmu sangat tajam, seperti gajah! Hehe…”

“Kamu pandai sekali mencari teman yang baik.”

“Terima kasih atas bantuannya.”

Perhatikan setiap hasil pekerjaan kecil dan besar yang baik, kemudian beri pujian atas hasil jerih payahnya tersebut. Hal inilah yang dinamakan ‘positive programming.’ Kita menanamkan program pada anak agar selalu dan selalu melakukan hal-hal yang baik—tanpa membantah dan mengeluh, serta…otomatis!

Anak yang cukup mendapat kasih sayang akan merasa baik pada diri mereka sendiri, mengembangkan rasa percaya diri lebih tinggi, dan menerima lebih banyak sukses dalam kehidupannya.

Tetapi, ingat pula JANGAN memberi pujian tanpa alasan. Karena boleh jadi anak menjadi gila pujian, padahal dia tidak habis melakukan apa-apa.

2. Ajari anak untuk belajar menerima TANGGUNG JAWAB.

Ajari anak untuk membantu kita melakukan beberapa jenis pekerjaan rumah, sesuai dengan usianya, seperti: membersihkan kamarnya, menggantung pakaiannya dengan rapi, merapikan meja belajar, menyiram bunga, merapikan tempat tidurnya, dll. Untuk anak yang lebih tua, kita dapat memintanya membantu mencuci piring atau pakaian.

Kebiasaan-kebiasaan seperti itu akan memberi anak rasa tanggungjawab, mengajari mereka mau menyelesaikan pekerjaan yang menjadi tugasnya, serta akan menumbuhkan rasa percaya diri.

3. Mengajari anak selalu bersikap ramah dan senang membantu.

Untuk itu, kita harus selalu ramah kepada siapa saja. Tersenyumlah kepada mereka. Tertawa bersama mereka, dan jadikan segala rutinitas harian menjadi menyenangkan. Ajari anak untuk mau membantu orang lain apabila mereka mampu—misal, membantu kawan sekelas atau kawan sepermainannya.

Ajari anak agar mau berbagi dengan saudara-saudaranya. Sikap senang membantu ini akan menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan dan meningkatkan rasa manfaat diri sendiri.

4. Ubah kesalahan menjadi “bahan baku” untuk kemajuan.

Pada saat anak kita melakukan suatu kesalahan, tetap fokus pada kemajuan yang telah dicapainya—bukan pada kesalahan atau kegagalan yang terjadi.

Misal, jika anak datang dengan nilai rapor yang buruk, adalah tindakan sia-sia jika kita serta merta memarahinya. Lebih bermanfaat apabila bersama-sama menelusuri mata pelajaran apa yang nilainya jelek, dan mana yang “lumayan”. Doronglah anak untuk mendalami mata pelajaran yang masih kurang dikuasai, sampai diperoleh kemajuan.

5. Jangan “menepuk air di dulang”.

Banyak orang yang mengkritik atau mengeluhkan tentang anak-anak mereka kepada orang lain atau tetangga. Bahkan terkadang langsung di depan anak yang bersangkutan.

“Si Ifan ini memang bandel! Saya sampai bosan mengajarinya!” atau “Angga ini nilai matematikanya selalu jeblok. Dasar otak pepaya!”

Sebagai orang tua, kita harus berhati-hati pada setiap apa yang kita ungkapkan tentang anak kita kepada orang lain. Jika ingin mengungkapkan tentang anak kita kepada tetangga atau orang lain—ungkapkan yang baik-baik saja. Diskusikan kemajuan-kemajuan yang diperolehnya, khususnya jika pada saat itu anak sedang berada di dekat kita.

Misal, jika anak datang dengan nilai rapor matematika yang jeblok, tetapi nilai Bahasa Inggrisnya bagus—bahas saja nilai Bahasa Inggris. “Ifan kuat di Bahasa Inggris. Nilainya bagus sekali!”

Jika anak kita malas belajar, tetapi punya ingatan yang tajam—bicarakan saja tentang kelebihan mengingat yang dimilikinya. Atau, jika anak bangun kesiangan, tetapi kamarnya bersih dan rapi—bahas saja kerapian kamarnya dan kebiasaannya untuk selalu menjaga kebersihan dan kerapian.

6. Dukung apa yang menjadi minatnya.

Dukung hobi dan mimpi-mimpi anak kita. Jika anak suka menggambar, doronglah dia untuk menggambar di waktu luangnya. Jika anak perempuan kita suka mengamati burung, beri hadiah sebuah binokular agar dia dapat lebih saksama mengamati burung.

Tindakan-tindakan seperti itu, tidak hanya akan membangun rasa percaya diri, tetapi juga akan meningkatkan kadar kreativitas mereka. Dan…siapa tahu anak akan mencapai sukses besar dari hobi dan minatnya tersebut.

7. Hindari memanjakan anak.

Coba untuk tidak bersikap overprotect terhadap anak-anak. Sikap seperti demikian hanya akan menjadikan anak lemah dan selalu bergantung pada orang tua. Orang tua harus mampu menumbuhkan rasa mandiri dan percaya diri anak-anaknya dengan cara yang bijak.(berbagai sumber)

7 TIPS PENTING MENINGKATKAN PENDAPATAN BISNIS ANDA TAHUN 2011


Jika Anda siap untuk memiliki pendapatan bisnis terbaik tahun ini yang tak pernah Anda dapatkan di tahun sebelumnya, maka langkah pertama Anda adalah merencanakan untuk melakukan sesuatu yang berbeda. Berikut adalah 7 hal yang perlu dipertimbangkan melakukan hal yang berbeda pada 2011 yang akan membantu membawa Anda ke tingkat berikutnya:
Pindah dari reaktif ke proaktif. Bekerja pada fine-tuning rencana pemasaran Anda sehingga Anda meningkatkan hasil pada setiap langkah: Membuat orang di pintu atau di saluran Anda, kualifikasi memimpin, proses penjualan, meningkatkan jumlah orang yang membeli dari Anda, dan retensi pelanggan . Jika Anda tidak memiliki rencana, maka tempat pertama untuk memulai adalah untuk mendapatkan satu, meskipun itu tidak sempurna atau tidak lengkap. Anda selalu dapat meningkatkan, dan pelatih saya Ali Brown mengatakan bila Anda mengambil langkah pertama, bahkan jika itu bayi satu, Anda telah membuat sejumlah besar kemajuan menuju tujuan Anda daripada jika Anda hanya berdiri masih dalam inersia.
Lihatlah salah satu bagian dari pemasaran Anda dan membuat perbaikan kecil. Pembaca memberitahu saya bahwa mereka seperti newsletter saya, dan saya berencana untuk membuat beberapa perbaikan untuk memformat selama beberapa minggu ke depan. Itu salah satu contoh perubahan sangat kecil yang bisa saya buat dalam pemasaran saya yang akan memperbaikinya bagi pembaca saya.
Sistematisasi sesuatu yang bekerja di masa lalu dan mengulanginya. Tidak perlu menciptakan roda jika Anda telah menemukan formula ajaib. Apakah rumus ajaib lagi dan lagi, mungkin lebih sering, dan Anda akan meningkatkan hasil Anda. Misalnya, jika Anda pandai meyakinkan orang untuk membeli dari Anda setelah Anda memiliki mereka di telepon, mencari tahu bagaimana untuk mendapatkan prospek yang lebih berkualitas di telepon dengan Anda.
Dengarkan klien Anda dan menggelar menawarkan layanan baru yang mereka minta. Sebagian besar pertempuran untuk mendapatkan klien baru adalah membuat orang untuk mempercayai Anda. Mengapa tidak memanfaatkan orang-orang yang sudah mempercayai Anda – klien Anda saat ini – dan melayani mereka dengan cara baru. Meningkatkan pendapatan Anda per klien adalah cara yang bagus untuk membantu klien Anda bahkan lebih dan untuk mendorong Anda garis bawah pada saat yang sama.
Asah keterampilan Anda. Kita menghabiskan banyak waktu kerja pada kompetensi utama kami – layanan kami memberikan kepada klien – dan mendapatkan lebih baik. Mengapa tidak mendapatkan yang lebih baik dengan keterampilan pemasaran? Hal ini dapat mencakup bekerja pada kemampuan berbicara di depan umum, kemampuan menulis, menjual keahlian, keterampilan negosiasi, dan sejumlah keterampilan lain yang akan membantu Anda menjadi lebih efektif mewakili diri untuk prospek potensial. Kadang-kadang kita lupa pemasaran adalah keterampilan kita bisa belajar seperti matematika – terutama bagi kita yang pemasar enggan.
Mengukur. Bagaimana Anda tahu sesuatu bekerja kecuali Anda mengukurnya? Tambahkan prosedur untuk mengukur efektivitas pemasaran Anda pada setiap langkah dalam proses tersebut, kemudian Anda dapat mulai melihat di mana Anda perlu perbaikan. Ini termasuk angka seperti rasio konversi, penjualan per klien, dan kembali pada kampanye pemasaran. Ketika anda melakukan hal ini Anda alami akan dapat meningkatkan laba atas investasi untuk dolar pemasaran Anda.
Rayakan. Berhenti untuk detik ketika Anda mencapai tujuan dan merayakan semua kerja keras yang Anda lakukan yang lunas dan mendapat di sana. Berikan diri Anda hadiah, terima kasih latihan untuk apa yang Anda terima, dan kemudian menetapkan tujuan berikutnya.

Yang salah satu tips ini berbicara kepada Anda yang paling? Tandai kalender Anda sekarang untuk mengambil satu langkah menuju kerja tip ini ke dalam bisnis Anda sehingga Anda dapat membayangkan sebuah cerah 2011.(berbagai sumber)

Minggu, 03 April 2011

KIAT MEMPERTAHANKAN KEUTUHAN RUMAH TANGGA KELUARGA


Kehidupan berkeluarga yang diisi dengan penuh kebahagian tentu merupakan dambaan setiap pasangan suami istri, tetapi adakalanya pernikahan yang diawali dengan kebahagian dan kemesraan harus berakhir dengan perpisahan/perceraian. Sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika, menunjukkan bahwa putusnya ikatan perkawinan disebabkan tidak adanya lagi rasa saling menghormati diantara pasangan. Berikut ini beberapa kiat mempertahankan keutuhan rumah tangga;

- diskusi bersama, salah satu cara untuk mempertahankan keharmonisan rumah tangga adalah pasangan sering/senantiasa mendiskusikan bersama apa yang diimpikan atau diharapkan. Misal merencanakan rumah atau pendidikan anak. Hal ini dilakukan karena setiap pasangan akan melewati masa-masa sulit ketika menemui ketidaksepahaman dalam menyelesaikan masalah. Tetapi tetap teguh menjaga keutuhan rumah tangga.

- akrab, dengan seringnya berdiskusi bersama, maka hubungan antar anggota keluarga akan semakin akrab sehingga timbul dalam perasaan keduanya merupakan sebuah tim untuk mensukseskan cita-cita bersama.

- tidak saling menjatuhkan, ketika pasangan suami isteri saling diskusi atau tukar cerita, sebaiknya ajang komunikasi itu dijadikan sara ekspresi rasa setia dan mempertebal komitmen berdua serta memperkuat cinta antara suami isteri.

- hubungan perkawinan adalah 70% berdasarkan hubungan pertemanan dan 30% berdasarkan hubungan pasangan kekasih. Hubungan pertemanan itu dapat diibaratkan sebagai hidangan utama dan hubungan pasangan kekasih itu adalah hidangan pencuci mulut. Sehingga tidak terlepas untuk selalu mesra diantara suami isteri.

- kepuasan, pasangan menemukan kebahagian kepuasan dengan cara mengurus keperluan pasangannya. Sehingga suami akan merasa dihargai oleh isteri dan sebaliknya isteri akan merasa dihargai oleh sang suami. Hal ini seperti sepele tapi sangat mempengaruhi hubungan suami isteri.

- hadapi konflik, jika ada ketidakfahaman atau perbedaan dalam pasangan, menurut para ahli sebaiknya pasangan untuk saling adu argumentasi dengan memberikan pandangan masing-masing untuk mencapai solusi sehingga tidak meracuni hubungan cinta suami isteri. Misal didalam menentukan disiplin anak.

- hadapi dengan senyum, ketika suami merasa kesal melihat kondisi rumah yang berantakan karena anak bermain. Jangan dimasukkan dalam hati tapi sebaliknya hadapi dengan mesra sehingga hati pasangan akan menjadi tenang.

- terima kasih, sering-seringlah mengucapkan hal itu ketika pasangan kita mengerjakan sesuatu walaupun hal-hal yang kecil. Terima kasih memiliki pengaruh yang begitu besar karena pasangan akan merasa dihargai.

- bersama, di zaman seperti sekarang ini, waktu untuk bersama dengan keluarga terasa sangat dikit atau bahkan tidak ada. Namun pasangan yang berbahagia selalu mengatur jadual mereka untuk meluangkan waktu bersama dengan keluarga. Meluangkan waktu bersama dalam suasana yang gembira sangat penting dalam suatu ikatan perkawinan.